Senin, 10 September 2018

Kitab Nehemia



Kitab Nehemia
I.    Pengantar
      Dalam pembahasan kali ini kita akan mengupas tentang beberapa pemahaman dan sejarah dari Kitab Nehemia yakni mengenai latar belakang penulisan, penulis, waktu penulisan, bentuk, serta isi kitab Nehemia. Besar harapan kami pemamaparan sajian ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.
II.  Pembahasan
      2.1. Sejarah Sosial Kitab Nehemia
              Kitab Nehemia merupakan bagian dari kumpulan kitab sejarah yang kedua setelah kitab I-II Tawarikh[1]. Kitab Nehemia juga merupakan kitab terakhir dari kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama dan mungkin kelanjutan dari kitab Tawarikh[2]. Kitab ini termasuk dalam salah satu dari tiga kumpulan besar kitab suci Ibrani yang mengisahkan peristiwa-peristiwa beruntun dalam sejarah Israel.[3]
              Kitab Nehemia ini berisi tentang riwayat Nehemia sendiri yang ditulis menyerupai otobiografi.Kitab ini mengungkapkan kehidupan bangsa Israel setelah bebas dari Babel menuju tanah Kanaan.Dibawah kepemimpinan Nehemia, bangsa Israel berhasil membangun kembali tata agama dan politik, membangun tembok yang mengelilingi Yerusalem dan mengadakan upacara pembaruan perjanjian antara umat Israel dan Tuhan.[4]
              Kitab Nehemia sendiri terdiri dari tiga bagian :[5]
@  Kembalinya Nehemia; Pembangunan Tembok Yerusalem (Nehemia 1-7)
@  Pembacaan Taurat oleh Ezra; Perayaan Pondok Daun, puasa dan perjanjian (Nehemia 8-10)
@  Pemukiman kembali Yerusalem; Peresmian tembok; pembaruan Nehemia dalam bidang sosial dan agama selama masa jabatannya yang kedua sebagai kepala daerah; daftar statistik (Nehemia 11-13)
      2.2. Penulis dan Waktu Penulisan
              Seperti dalam sebagian besar Perjanjian Lama, tidak ada petunjuk langsung tentang penulis kitab Nehemia.Menurut Talmud (tradisi atau sejarah Yahudi), kitab Nehemia ditulis sama seperti kitab I-II Tawarikh yaitu oleh Ezra, dan dengan catatan bahwa karya itu diselesaikan oleh Nehemia.[6]Dan jika mengikuti tradisi pula, kitab ini ditulis antara tahun 431 sM – 430 sM.[7]periode 200 tahun saat bangsa Israel menjadi warga negara kekaisaran Persia.[8]
      2.3. Latar Belakang Penulisan dan Tujuan Penulisan[9]
              Setelah kematian Salomo, kerajaan Israel terpecah menjadi dua yaitu kerajaan utara dan selatan.Ibukota kerajaan utara ialah Samaria.Pada 722 sM, Samaria direbut oleh bangsa Asyur dan banyak rakyatnya dijadikan tawanan. Hal yang hampir sama terjadi juga terhadap  kerajaan selatan, Yehuda. Yerusalem pun akhirnya direbut oleh bangsa Babel pada 586 sM.Pada 539 sM bangsa Babel dikalahkan oleh bangsa Media-Persia dan raja Persia mendorong sebagian orang Yahudi untuk kembali ke tanah air mereka.Kira-kira 50.000 orang kembali dan memulai tugas untuk membangun kembali Rumah Tuhan.Namun, mereka menjadi kecil hati dan hanya mampu membangun fondasinya saja.Kira-kira enam belas tahun kemudian, Allah mengirimkan dua orang nabi, Hagai dan Zakharia, untuk menggugah semangat rakyat.Mereka sudah menempati rumah mereka masing-masing, tetapi mengabaikan pembangunan kembali Rumah Tuhan.
              Pekerjaan pembangunan pun dimulai kembali dan pembangunan Rumah Tuhan dapat diselesaikan.Pada 486 sM, serombongan orang Yahudi kembali ke Yerusalem dibawah pimpinan Ezra. Ezra berusaha sebaik mungkin untuk membangun semangat bangsanya dan mengangkat moral serta kehidupan rohani mereka, walaupun ia banyak menemui kekecewaan. Beberapa tahun kemudian, pada 445 sM, Allah berbicara kepada seorang yang lain yaitu Nehemia. Dia menugaskan Nehemia secara khusus untuk menekuni pembangunan kembali tembok kota yang sudah hancur.
      2.4. Pandangan Para Ahli Mengenai Kitab Nehemia[10]
            Kebanyakan ahli modern berpendapat bahwa susunan cerita tersebut dalam Alkitab, tidak benar. Pendapat ini didasarkan pada data dan masalah-masalah berikut:
§  Catatan-catatan pribadi Ezra dan Nehemia dibagi dua dan disisipkan satu sama lain ;
§  Menurut susunan cerita itu dalam Alkitab, terdapat selang waktu 13 tahun antara kedatangan Ezra (tahun ke-7 pemerintahan Artahsasta, Ezr. 7:7) dan waktu ia membaca Taurat setelah kedatangan Nehemia (tahun ke-20, Neh. 2:1), padahal itulah tugas utamanya yang dibebankan oleh Raja ;
§  Catatan pribadi Ezra sama sekali tidak menyebut nama Nehemia dalam bagian yang memakai kata ganti orang pertama, dan catatan pribadi Nehemia hanya menyebut nama Ezra dalam Nehemia 12:36, sewaktu ia memimpin arak-arakan pada saat penahbisan tembok Yerusalem ;
§  Susunan cerita itu menurut Alkitab mengandaikan bahwa misi Ezra gagal, sebab pembaruan oleh Nehemia pada masa jabatannya kedua (Neh 13), dilakukan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sama, yang seharusnya sudah dibenahi oleh Ezra
        
      2.5. Pengaruh Sastra[11]
@  Catatan-catatan pribadi Ezra dan Nehemia, keduanya jelas cerita mereka sendiri. Bagian yang menggunakan kata ganti orang pertama dalam Kitab Ezra ditemukan dalam Ezra 7:27 – 9:15 (kecuali 8:35-36, ringkasan dalam bentuk kata ganti orang ketiga), selebihnya adalah cerita dalam bentuk kata ganti orang ketiga, kecuali dalam bagian mengenai perjanjian dalam Nehemia 9:38 – 10:39. Bagian yang menggunakan kata orang pertama dalam Kitab Nehemia ditemukan dalam Nehemia 1:1 – 7:5 dan 12:31 – 13:31.

@  Dokumen dan surat. Maklumat Koresy, yang mengizinkan orang-orang yang dalam pembuangan kembali ke tanah air mereka, ditulis dalam bahasa Aram (Ezr 6:3-5); maklumat itu sudah disesuaikan dalam bahasa Ibrani (1:2-4) untuk orang Yahudi di pembuangan. Surat Arta-sasta yang memberikan wewenang kepada Ezra untuk kembali ke Yehuda (Ezr. 7:12-26), juga telah disesuaikan bagi orang Yahudi di pembuangan. Surat-surat lainnya yang ditulis dalam bahasa Aram, diantara pejabat-pejabat di Palestina dengan istana Persia, mencakup surat Rehum dan Simsai kepada Arthasasta (4:8-22) dan surat menyurat antara Tatnai dan Darius (5:7-17, 6:6-12). Semua surat ini tentu berasal dari arsip-arsip kenegaraan Persia.

@  Berbagai-bagai daftar, antara lain: daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan bersama-sama dengan Zerubabel (Ezr 2, diulang dalam Neh 7:7-72a); daftar kepala-kepala keluarga yang kembali bersama-sama Ezra (Ezr 8:1-14); rincian perlengkapan Rumah Allah yang dikembalikan oleh pemerintah Persia kepada Sesbazar (1:9-11); daftar orang-orang yang kawin dengan perempuan asing (10:18-44); daftar orang-orang yang membangun tembok (Neh 3). Bagian penutup cerita tentang masa jabatan Nehemia yang pertama (Neh 11) memuat sejumlah daftar, antara lain: daftar nama penduduk Yerusalem yang baru (ay 3-19); desa-desa lain yang diduduki oleh orang-orang Yahudi (ay 25-36); daftar imam-imam besar mulai dari Yesua sampai Yadua (12:10-11); dan daftar kepala-kepala kaum keluarga orang Lewi (ay 12-26). Semua daftar ini tentu diperoleh dari arsip-arsip Rumah Allah atau catatan dari kepala daerah Yehuda.


2.6. Struktur Kitab Nehemia[12]
       
@  Berita buruk tentang Yerusalem                                            Nehemia 1:1-4

@  Doa Nehemia                                                                         Nehemia 1:5-11
        Permohonan untuk kesetiaan Janji Allah                               Nehemia 1:5
        Penyesalan atas dosa bangsa Israel                                       Nehemia 1:6-7
        Kenangan akan kemurahan Allah                                          Nehemia 1:8-10
        Seruan Mohon pertolongan dalam kesesakan                       Nehemia 1:11

@  Nehemia mendapat kuasa                                                      Nehemia 2:1-10
        Ia mengajukan permohonan kepada Raja                              Nehemia 2:1-5
        Raja memberikan restunya                                                    Nehemia 2:6-9
        Tanda-tanda awal tantangan                                                 Nehemia 2:10

@  Nehemia di Yerusalem                                                          Nehemia 2:11-20
        Nehemia memeriksa tembok Yerusalem                               Nehemia 2:11-16
        Nehemia mencari dukungan rakyat                                       Nehemia 2:17-20

@  Pembangun tembok-tembok kota                                          Nehemia 3:1-6:19
        Pembagian kerja                                                                    Nehemia 3:1-32
        Tantangan terhadap pembangunan                                        Nehemia 4:1-23
        Perselisihan di dalam                                                             Nehemia 5:1-6:14
        Tugas selesai                                                                          Nehemia 6:15-19

@  Orang-orang buangan yang kembali dengan Zerubabel        Nehemia 7:1-73

@  Ezra membacakan hukum                                                      Nehemia 8:1-18

@  Pembaruan perjanjian                                                            Nehemia 9:1-10:39
        Pengakuan dosa                                                                     Nehemia 9:1-38
        Persetujuan terhadap perjanjian                                             Nehemia 10:1-39

@  Rakyat yang terlibat                                                              Nehemia 11:1-12:26
        Penduduk Yerusalem                                                                        Nehemia 11:1-24
        Daftar desa-desa                                                                   Nehemia 11:25-36
        Para iman bangsa Lewi                                                          Nehemia 12:1-26

@  Peresmian Tembok Kota dan Urusan Administrasi              Nehemia 12:27-13:31
        Peresmian tembok kota                                                         Nehemia 12:27-43
        Organisasi orang-orang Lewi                                                Nehemia 12:44-47
        Perbaikan selanjutnya oleh Nehemia                         Nehemia 13:1-31

2.7. Tema-tema Teologis[13]

        Nehemia dengan jelas dianggap sebagai pekerja Allah yang ideal, dimana kehidupannya ditandai dengan keseimbangan yang sehat antara berdoa dan kerja keras. Berikut adalah hal-hal yang berhubungan dengan kedua unsur ini :

  Patriotisme
Patriotisme itu sendiri tidak salah.Paulus mempunyai beban berat bagi bangsanya (Rm. 10:1). Kristus mendorong murid-muridNya untuk memberikan kepada kaisar apa yang menjadi haknya (Mat. 22:21). Nehemia menaruh perhatian yang besar terhadap rakyatnya (Neh.1:3-11). Patriotisme sejati adalah rasa prihatin terhadap keadaan bangsa.

  Doa
Nehemia berdoa setiap saat dan dalam segala keadaan (Neh. 1:4 ; 2:4 ; 4:4 ; 5:19 ; 6:9,14 ; 13:14,22,29,31). Dan tentang hal berdoa bisa kita bandingkan dengan perintah Paulus pada Filipi 4:6-7 tentang tujuan berdoa.

  Dedikasi
Nehemia menerima tugas yang diberikan Allah dengan sungguh-sungguh serta sangatlah teliti.Ia bertekad dalam menyelediki perkara yang sebenarnya (Neh. 2:12). Ia tahu akan kesucian pekerjaannya (Neh. 6:3). Ia menjadi teladan bagi orang lain supaya mereka pun bekerja sepertinya (Neh. 2:17,18 ; 4:6,23)

  Ketekunan
Nehemia tidak undur menghadapi tantangan, baik dari dalam dan luar.Ia diejek dan dicaci karena kebergantungannya kepada Allah (Neh. 2:19-20). Ia tidak bersedia mengalihkan perhatiannya dari tugas yang sedang dihadapinya (Neh. 6:2-3).

2.8. Tema Yang Paling Menarik dari Kitab Nehemia[14]

@ Berdoalah dalam segala situasi kehidupan
Ia berdoa waktu Ia mendengar mengenai keadaan Yerusalem (Neh. 1:4-11)
Ia berdoa waktu Ia menghadap Raja untuk pergi ke Yerusalem (Neh. 2:4)
Ia berdoa di hadapan penentangnya (Neh. 4:4,9)
Ia berdoa pada waktu difitnah (Neh. 6:8,9)
Ia berdoa pada waktu pekerjaan perbaikan tembok telah selesai (Neh. 6:3)

@ Kerja dan doa berjalan bersama-sama
Ia melakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum bertindak (Neh. 2:11-16)
Ia mengatur tenaga kerja, sehingga setiap orang mengetahui pekerjaan apa yang diharapkan dari mereka (Neh. 3:1-31)
Ia memberi teladan kepada orang lain untuk bekerja (Neh. 2:17,18 ; 4:6,23)
Ia menyadari kesucian pekerjaan yang Allah bebankan kepadanya (Neh 6:3)

III. Kesimpulan
      Nehemia merupakan gambaran seorang pekerja yang ideal bagi Allah. Kuncinya ialah doa dan kerja. Ia tidak saja berdoa dan bekerja sendiri, tetapi ia menganjurkan para pengikutnya untuk melakukan hal yang sama. Dan dari Kitab Nehemia ini banyak kisah inspiratif yang menceritakan kisah-kisah kepatriotan, tidak mengenal takut, punya dedikasi dan ketaatan yang luar biasa kepada Tuhan, seorang pendoa, pekerja keras, dan bisa menjadi teladan bagi banyak umat yang dipercayakan kepadanya. 
IV. Daftar Pustaka
      Lasor, W.S. dkk.Pengantar Perjanjian Lama 1. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005)

W. R. F. Browning. Kamus Alkitab. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008)

Diane Bergant. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. (Yogyakarta: Kanisius, 2008)

Purwa Hadiwardoyo. Catatan-catatan Singkat Tentang Kitab Suci. (Yogyakarta:
Kanisius, 2005)

Bergant S. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. (Yogyakarta: Kanisius, 2008)

Lukas Adi S. Smart Book of Christianity Perjanjian Lama. (Yogyakarta: Andi Offset,
2015)




[1]W.S. Lasor dkk.Pengantar Perjanjian Lama 1.(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005), hlm. 431
[2] W. R. F. Browning. Kamus Alkitab. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008), hlm. 222
[3] Diane Bergant. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama.(Yogyakarta: Kanisius, 2008), hlm. 123
[4] Purwa Hadiwardoyo. Catatan-catatan Singkat Tentang Kitab Suci.(Yogyakarta: Kanisius, 2005), hlm. 189
[5]W.S. Lasor dkk.Pengantar Perjanjian Lama 1.(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005), hlm. 435
[6]W.S. Lasor dkk.Pengantar Perjanjian Lama 1.(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005), hlm. 435
[7] Purwa Hadiwardoyo. Catatan-catatan Singkat Tentang Kitab Suci.(Yogyakarta: Kanisius, 2005), hlm. 189
[8]Bergant S. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama.(Yogyakarta: Kanisius, 2008), hlm. 124
[9]Lukas Adi S. Smart Book of Christianity Perjanjian Lama.(Yogyakarta: Andi Offset, 2015), hlm. 59
[10]W.S. Lasor dkk.Pengantar Perjanjian Lama 1.(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005), hlm. 439
[11]W.S. Lasor dkk.Pengantar Perjanjian Lama 1.(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005), hlm. 433
[12]Lukas Adi S. Smart Book of Christianity Perjanjian Lama.(Yogyakarta: Andi Offset, 2015), hlm. 59-60
[13]Lukas Adi S. Smart Book of Christianity Perjanjian Lama.(Yogyakarta: Andi Offset, 2015), hlm. 61
[14] Ibid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar