KITAB ULANGAN
I.
PENDAHULUAN
Dalam
perjanjian lama terdapat 39 kitab.Didalam Pentateukh ternyata Kitab Ulangan
berdiri sendiri,sehingga Kitab Ulangan disebut satu kesatuan Kitab yang baru.Kitab
Ulangan itu juga adalah sebagai Kitab Taurat yang terakhir ataupun penutup.Pada
umumnya Kitab Ulangan dihubungkan dengan reformasi Yosia pada tahun 622 seb.Kr.
Pada kesempatan ini, kami penyaji akan memaparkan Latar Belakang Sejarah Kitab
Ulangan, Arti nama, Penulis dan Waktu Penulisan, serta Gambaran Isi,Tujuan
Penulisan,Refleksi dan Kesimpulan.Semoga dapat menambah wawasan kita.Tuhan
memberkati
II.
Pembahasan
2.1 Latar
Belakang Penulisan
Dalam Kitab Ulangan, Tuhan
diperkenalkan sebagai Raja yang Berkuasa dan Pemrakarsa Perjanjian.Tuhan sudah
membawa kaum israel keluar dari Mesir,menyatakan diri-Nya di Sinai, dan membawa mereka ke
negeri yang sudah dijanjikan-Nya kepada Abraham nenek moyang mereka[1].Ketetapan-ketetapan
memenuhi sebagian besar kitab ini.Ada dua teori yang menjadi landasan dalam
Penulisan Kitab ini,yaitu Teori Hipotesis
Dokumen ( pandangan bahwa pentateukh disusun dangan memakai beberapa
dokumen ), dan Teori Deutronomistic
History (teori bahwa penulis yang tidak dikenal telah menyusun Kitab
Ulangan ). Kedua teori ini menentukan tanggal penulisan Kitab Ulangan pada
bagian akhir abad ke-7 SM dan memandangnya sebagai dokumen dassar untuk
pembaharuan yang dilakukan oleh Raja Yosia pada tahun 622 SM.Tradisi gerejani
lama menunjukkan Musa sebagai pengarang Kitab Ulangan, tetapi penelitian modern
cukup membuktikan bahwa tak mungkin demikian.Perlu dicatat bahwa Kitab Ulangan
sendiri secara keseluruhan tidak memperkenalkan diri sebagai buah tangan Musa.
Memang ada tertulis,bahwa Musa menuliskan tora Ulangan (UL 31:9,24), dan bahwa dia
langsung mengucapkan beberapa bagian tertentu (UL 1:5 ; 4:45 ; 31:30). Tetapi
pada umumnya mencerminkan keadaan yang jauh setelah jaman Musa.
Banyak orang berpendapat bahwa
Kitab Ulangan berisi banyak bahan yang menujukkan pada masa yang lebih awal
pada abad ke-7. Sebagai akibatnya terjadi banyak penelitian terhadap sifat ,
isi, dan asal usul bentuk paling lama
dari Kitab Ulangan.Satu alasan yang menyebabkan para pakar tidak mempertahankan
hubungan Musa dengan kitab ini adalah karena Kitab Ulangan mengajarkan bahwa
penyembahan harus dipusatkan pada satu tempat ibadah (Ulangan 12).
2.2. Arti dan Makna Nama Kitab
Kitab Ulangan merupakan pengulangan
perjanjian yang telah diadakan Tuhan Allah dengan umat Israel menurut Kitab
Keluaran.[2]
Menurut KBBI, Ulangan artinya sesuatu yang diulang-ulang atau ujian untuk
mengetahui kemampuan terhadap bagian pelajaran yang sudah diajarkan.[3]
Dalam bahasa Ibrani kitab Musa yang Kelima (Ulangan) ini disebut hadebayim yang artinya
perkataan-perkataan.Nama ini diambil dari permulaan kitab ini yang berbunyi
“inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel
diseberang sungai Yordan”. Nama ini menyatakan ciri khasnya yang lain dari
kitab-kitab yang berisi sejarah dan hukum. Sejarah dan hukum dalam kitab-kitab
sebelumnya di iktisarkan lagi dalam
Kitab Ulangan.Sekedar untuk memberi nasehat kepada umat Israel. Ulangan
ini sesungguhnya merupakan “Kitab Perkataan yang ada didalamnya sungguh hikmat dan penting
artinya”.[4]
Kitab Ulangan merupakan pengulangan perjanjian yang berisi hukum-hukum dan
aturan-aturan sebagai umat pilihan Allah. Pengulangan berarti pengulangan
secara menyeluruh tetapi perjanjian dan hukum itu diperbaharui dalam konteks
dan tujuan yang berbeda,dimana bentuk dan isinya berbeda.
2.3. Penulis dan Waktu Penulisan Kitab Ulangan
A. Penulis
Tradisi orang Yahudi dan Tradisi
orang Samaria setuju bahwa kitab Ulangan ditulis oleh Musa, dalam UL 1:5
dikatakan bahwa Musa menguraikan Hukum Taurat,lalu menuliskannya dan
menyerahkannya kepada orang-orang Lewi (UL 31:9).[5]Tetapi
setelah diteliti menyatakan bahwa itu tidak mungkin karena pda Kitab Ulangan
ini banyak menceritakan tentang kematian Musa.Hal ini juga didukung
oleh sumber Deutronomis.Ada seorang ahli yang bernama I.J.Chairns bahwa Kitab
Ulangan bukanlah Musa penulisnya karena bahan-bahan penulisannya mencerminkan
keadaan setelah zaman Musa.[6]
B. Waktu Penulisan[7]
Karena Para redaktor dipengaruhi oleh
Theologia Deuteronomis, maka jelaslah bahwa kitab-kiitab Nabi-Nabi yang
terdahulu itu ditulis sesudah reformasi Deuteronomistis,jadi sesudah tahun 622
seb.Kr. Kitab-kitab
Nabi-Nabi terdahulu, yang diselesaikan antara tahun 560-538 seb.
Kr,diperkirakan tahun 550 seb.Kr.
Walaupun kitab-kitab ini
baru diselesaikan pada tahun 550seb.Kr,tetapi didalamnya erdapat bahan-bahan
yang kuno sekali, yang sudah ada beberapa abad sebelumnya.Misalnya :
·
Nyanyian Debora (Hakim
5).
·
Cerita-cerita mengenai
Daud (I Samuel 16 - I Raja-Raja 2).
·
Kitab sejarah raja-raja
Yehuda dan Israel.
2.4. Gambaran Isi
A. Struktur Kitab[8]
Pidato Musa yang
Pertama
UL
1-3 : Menceritakan perjanjian Israel dari Sinai – Moab
UL
4:1-40 : Anjuran hidup setia kepada kehendak Tuhan di Sinai
UL
4:41-44 :
Beberapa catatan
Pendahuluan Pidato Musa yang ke-II
(UL 5)
Musa ( UL 31:9-13,UL 24-29)
Nyanyian Pidato Musa yang ke-II (
UL 6-11)
Lanjutan pidato Musa yang ke-II (UL
12-26:15)
Pengesahan
perjanjin
Formulir pengesahan perjsnjian ( UL
26:16-19)
Liturgi-liturgi pengesahan perjanjian
(UL 27 & UL 28)
Pidato Musa yang ke-III (Liturgi
pengesahan perjanjian di Tanah Moab)
UL 29:1-18 => Anjuran
UL 29:19-28 => Rentetan Kutuk
UL 29:29-30:20 =>
Penutup pidato Musa yang ke-II
Addenda
Pengganti
Musa
*UL 31:16-22 => Pendahuluan
nyanyian Musa
* UL 32:1-43 => Nyanyian Musa
* UL 32:44-47 => Penutup
nyanyian Musa
c. Berkat Muda (UL 33:1-29)
d. Kematian Musa
*UL 32:48-52 =>
Pra-Pemberitahuan tentang kematian Musa
* UL 34:1-12 => Kematian Musa
B. Tiga unsur dalam
Struktur Gabungan Kitab Ulangan[9]
1.
Kitab
Ulangan sebagai suatu Kumpulan hukum dan peraturan, atau Kodeks.
Kodeks
(Kumpulan tora) Ulangan,yaitu UL 12-26, ternyata mempunyai hubungan yang erat
sekali dengan bagian Kitab Keluaran yang disebut Kitab Perjanjian, yaitu Kel
20:22-23:19. Perbandingan yang seksama antara Kodeks Ulangan dengan Kitab
Perjanjian Lama itu memperlihatkan,selain satu bagian yang panjang (Kel
21:18-22:15),hanya ada empat kalimat singkat (Kel 20-26;
22:28;22:29b;22:31)dari Kitab Perjanjian yang tidak disinggung atau
diperpanjang dalam UL 12-26.Jadi praktisnya boleh dikatakan bahwa Kodeks
Ulangan merupakan suatu perpanjang- lebaran Kitab Perjanjian itu.
2.
Kitab
Ulangan sebagai suatu Naskah Perjanjian
Hukum
dan Peraturan yang terdapat dalam Kitab Ulangan, aslinya tidak merupakan
milik Israel secara
eksklusif,melainkan memiliki titik persamaan dengan perbendaharaan hukum yang
menjadi milik dunia Asia Barat Daya Kuno secara umum.
Berikut
titik-tik persamaannya yaitu:
1.
Pra-kata : Tuhan memperkenalkan diri dengan menyebut gelar-gelar-Nya (UL 5:2-6)
2.Pra-Sejarah:
UL 5:7-33
3.Syarat-syarat Perjanjian :
* Prinsip-prinsipnya : UL 6-11
*
Syarat-syarat secara terperinci : UL 12-26:15
4.
Pengesahan perjanjian : UL 26:16-19
5.
Sanksi-sanksi : Kutuk dan Berkat :UL 27-30:18
6.
Pemanggilan saksi-saksi : UL 30:19-20
7. Ketentuan bahwa naskah harus disimpan
dan dibacakan secara periodik : UL 31:9-13,24-29
3.
Kitab
Ulangan sebagai Pidato perpisahan Musa,waktu dia akan meletakkan jabatan
Kitab Ulangan memiliki struktur
sebagai renteten tiga pidatoyaitu pidato yang diucapkan Musa di tanah Moab
sesaat sebelum dia meninggal.
Daftar
pidato-pidato itu adalah sebagai berikut:
*
UL 1-4:40 : Pidato I dari Musa
*
UL 5-28:68 : Pidato II dari Musa
* UL 29:2-31:16 : Pidato III dari
Musa
* Yos 23 : Pidato Yosua *
I Sam 12 : Pidato Samuel
* I Raj 2 : Pidato Daud
* I Raj 8:12-61 : Pidato Salomo
* II Raj 17 : Pidato atau penilaian
pengarang,atas keruntuhan kerajaan Israel Utara * II Raj 25:1-17
: Pidato atau ratapan pengarang atas runtuhnya kerajaan selatan.
Perintah-Perintah dalam
Kitab Ulangan[10]
·
Hancurkan segala mezbah
& tiang berhala kafir / bangsa–bangsa lain UL 7:3 dan UL 12:3
·
Dilarang menyembah
“Segenap tentara langit ‘’ (UL 17:3)
·
Musnahkanlah
bukit-bukit pengorbanan,tempat-tempat ibadah lainnya kepada dewa asing (UL
12:2)
·
Dilarang menyembah dewa
matahari & dewa bulan (UL 17:3)
·
Dilarang mempraktekkan
pelacuran bakti( UL 23:17)
·
Dilarang beribadat
kepada dewa Molokh (UL 12:31), UL18:18)
·
Dilarang bangsa-bangsa
asing ,dewa-dewa kejijikan (UL 12:29-30)
·
Dilarang meminta
petunjuk kepada orang-orang mati (UL18:11)
·
Korban paskah
dipersembahkan di suatu tempat (UL 16:1-8)
·
Ancaman kutuk Allah
atas mereka yang melanggar syarat-syarat perjanjian-Nya ( UL 27:15-26, UL
28:15-68, UL 29:20-28, UL 30:17-18 )
Bahan-bahan yang Khas dalam Kitab Ulangan[11]
·
Anjuran supaya Israel
berpaut kepada Tuhan,serta mengasihi Dia dengan segenap hati
·
Peraturan yang
bermaksud memelihara kedudukan dan kesejahteraan kaum Lewi
·
Peraturan yang mengatur
kenabian di Israel
·
Ditekankan-Nya keadilan
sosial
·
Peraturan – peraturan
berkenaan dengan perang suci/perang YHWH
·
Peraturan mengenai
jabatan kerajaan
·
Peraturan bahwa hanya
ada satu tempat ibadah yang sah dimana YHWH memperkenankan Israel berbakti
kepada-Nya.
2.5.Tema-tema teologis
Kitab
Ulangan merupakan sumber banyak pandangan teologis yang mempengaruhi pemikiran
dan hidup orang israel,Yahudi dan Kristen.Dikatakan gagasan-gagasan dasar
berasal dari Musa,kemudian dikembangkan dan diubah dibawah ppimpinan Roh
Allah,lalu mempengaruhi para Nabi.Oleh karena itu ada alasan baik untuk
mempelajari gagasan-gagasan teologis dalam Kitab Ulangan,yaitu :
1.
Pengakuan
Iman
Ringkasan pengakuan iman Israel
yang disebut Syema oleh orang Yahudi : “Dengarlah, hai orang Israel Tuhan itu
Allah kita,Tuhan itu Esa ! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (UL 6:4-5). Pengakuan iman
itu menyatakan keesaan dan keunikan Tuhan Allah Israel,khusus dalam hubungannya
dengan umat-Nya
2.
Allah
yang berkarya
Kitab Ulangan karya Allah dalm
sejarah menjadi bagian dasar pandangan kitab iitu,terutama karena karya
tersebut berkaitan dengan tuntutan-tuntutan Allah atas israel pada waktu itu
dan sesudah mereka memasuki tanah perjanjian.
3.
Pemilihan
Israel
Pemilihan Allah atas Israel
dilaksanakan dengan menjadikan mereka menjadi bangsa yang baru. Karya penyelamatan-Nya
yang baru memerlukan bangsa yang baru. Pemilihan ini dilakukan bukan karena
banyaknya jumlah orang Israel (ayat 7), tetapi “karena Allah mengasihi kamu.
Jadi Pemilihan Allah itu bukanlah perbuatan yang sewenang-wenang.
4.
Perjanjian
Ikatan yang muncul dari dari
pemilihan Allah atas Israel disebut “Perjanjian”.Perjanjian yang diberikan diberikan
Allayang dimaksud anah kepada bangsa Israel adalah dalam bentuk hukum atau
peraturan yang disebut Hukum Taurat.
Perjanjian yang dimaksud antara Allah dan umat-Nya bukanlah perjanjian kontrak tetapi
lebih berdasar pada kasih.Karena Tuhan adalah Allah yang memegang janji-Nya, maka
para nabi yakin bahwa Allah akan menebus umatnya dan akan mendudukkan seorang
raja dalam takhtanya.
5.
Allah
yang berkarya
Karya Allah adalah dasar yang
penting dalm Kitab Ulangan. Terutama Kitab Ulangan ini berkaitan dengan
tuntutan-tuntunan Allah atas Israel pada Masa mereka sudah memasuki Tanah
Perjanjian.Kitab Ulangan adalah sebagai pengingat karya Allah yang besar bahwa
Allah membawa bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian.Oleh Karena itu,
dalam UL 4 menjadi fokus agar kaum Israel tidak berpaling dari Allah seperti
kisah di Horeb (UL 4:15-16). Karya Allah dalam pembebasan orang Israel
bertujuan untuk menujukkan bahwa bangsa Israel adalah milik Allah sendiri (UL
4:19-20).
6.
Allah
dalam sejarah
Keseluruhan kitab Ulangan
menceritakan kembali karya Allah demi kebaikan umat-Nya.Kitab Ulangan
menceritakan bagaimana Allah memimpin Israel Keluar dari Mesir, memberi mereka
hukum taurat di Sinai dengan sabar menanggung ketidakpercayaan memreka yang
keras hati ke padang gurun dan
membawa mereka pada tepi sungai Yordan.
REFLEKSI
Seluruh
bagian UL 4:1-40,menunjukkan Kekaguman dan Keheranan akan betapa besarnya
anugerah yang Tuhan limpahkan kepada umat pilihan-Nya. Anugerah ini terletak
dalam hal-hal sebagai berikut:
Tuhan
tinggal dekat kepada kita, sehingga tiap-tiap doa minta tolong dia langsung
dengarkan ,(ayat 7)
Tuhan
memberikan bimbingan yang tak ada taranya kepada kita,sehingga sekali-sekali
tidak perlu kita kehilangan jalan (ayat 8)
Tuhan
menjadikan kita suatu umat milik-Nya sendiri (ayat 20) –( lain dari bangsa
lain,yang hanya mengenal Tuhan secara tidak langsung,yaitu melalui dunia
ciptaan-Nya (ayat 19)
Tuhan
yang Maha-Kasih dan Maha-Setia sekali-sekali tidak akan meninggalkan umat yang
pernah dia panggil serta selamatkan bagi dirinya dengan cara yang begitu ajaib
(ayat 31-38). Inti bagian ini menyatakan bahwa Allah adalah pencemburu,layaknya
hubungan intim antara pengasih dengan kekasih-Nya
2.6. Tujuan
Penulisan Kitab
Adapun tujuan penulisan Kitab Ulangan ialah untuk
mengatur seluruh aspek kehidupan bangsa Israel. Motivasi serta tujuannya adalah
panggilan Israel untuk mewujudkan diri sebagai bangsa yang diterima oleh YAHWEH.
Dengan cara seperti itu bangsa Israel akan menunjukkan diri sebagai bangsa yang
diterima oleh YAHWEH. Bangsa Israel dipanggil untuk mewujudkan secara penuh
keterpanggilannya menjadi umat Allah melalui ketaatannya kepada
kewajiban-kewajibannya[12].
Tujuan Allah bagi kita ialah Pengenalan serta persekutuan dengan diri-Nya
sendiri,dimana tidak lain hanya untuk mempererat persekutuan itu. Dengan jalan
bertaat,kita belajar berpaut pada Tuhan sendiri.
2.7.Cerita Yang Menarik
III.
KESIMPULAN
Dari
pemaparan yang diatas, kami
para penyaji mendapat kesimpulan bahwa Kitab Ulangan ini berisikan tentang
amanat-amanat Nabi Musa kepada orang Israel dan Kitab ini membahas tentang
perjanjian Allah dengan bangsa Israel,yang mana berisikan ajaran-ajaran kepada
bangsa Israel yaitu tentang takut akan Tuhan ,hidup menurut segala jalan yang
ditunjukkannya dan berpegang kepada perintah Tuhan,mensyukuri atas berkat Allah
yang telah diberikan Allah kepada kita,serta setia untuk tidak berpaling kepada
allah-allah lain.
IV.
Daftar
Pustaka
......,KBBI,
Jakarta : Balai Pustaka, 1992
Baker,David
L, Mari Mengenal Perjanjian Lama, Jakarta:BPK Gunung Mulia,2013
Baxter,J.Sidlow,
Menggali Isi Alkitab I, Jakarta:Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF,1997
Chairns,I,J,
Tafsiran Alkitab Ulangan Pasal 1-11, Jakarta:BPK Gunung Mulia,1997
Green,Denis,Pengenalan
Perjanjian Lama,Malang:Gandum Mas,2004
Hill,
Andrew E & John H Walton,Survei Perjanjian Lama ,Malang:Gandum Mas,2008
Wahono,S.
Wismoady Ph.D Disini Kutemukan, Jakarta:BPK Gunung Mulia,2009
[1] Andrew E.Hill & John H. Walton, Survey Perjanjian Lama, (Gandum Mas,1998),228
[2] David L. Baker, Mari
Mengenal Perjanjian Lama (Jakarta,BPK Gunung Mulia,2013),44
[3] ........,KBBI,(Jakarta:
Balai Pustaka,1992)
[4] J. Sidlow Baxter,Menggali Isi Alkitab I,( Jakarta:
Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF,1997),202
[5] Dennis Green, Pengenalan
Perjanjian Lama,(Malang: Gandum Mas,2004),68
[6] I.J. Chairns,Tafsiran Alkitab
Ulangan Pasal 1-11,(Jakarta: BPK-Gunung Mulia,1997),1
[7] Dr.J.Blomendaal,Perjanjian
Lama
[8] Dr.I.J.Cairns,Tafsiran
Alkitab Kitab Ulangan pasal 1-11,(Jakarta:BPK Gunung Mulia),3
[9] I.J.Chairns, Tafsiran aAlkitab
Ulangan Pasal 1-11,(Jakarta:BPK Gunung Mulia,1997),4
[10] I.J.Cairns,Tafsiran Alkitab Ulangan Pasal 1-11, (Jakarta:BPK-Gunung
Mulia,1997),26
[11] Dr.I.J Chairns, Tafsiran Alkitab pasal 1-11,(Jakarta:BPK Gunung
Mulia,1997),13
[12] S.Wismoady Wahono,Disini
Kutemukan,(Jakarta:BPK Gunung Mulia,2009),69
Tidak ada komentar:
Posting Komentar