Berakhir karna Pengakuan
Sejak
SMP sampai SMA, Jeki dan Eva menjalin cinta (pacaran). Awalnya hubungan mereka
baik adanya, walaupun tidak seromantis Romeo dan Juliet namun rasa perhatian di
antara mereka termasuk masih kental. Kita sudah bisa membayangkan bagaimana
para remaja pacaran, dengan penuh warna warni cinta yang melingkupinya.
Jeki
merupakan kekasih pertama dari Eva, seluruh perhatian dan kasih sayangnya
tertuju pada pria yang satu ini. Namun pria yang dianggapnya setia ini tidak
sesuai dengan harapannya, karna ternyata Jeki yang sering disapa Hasian (“Sayang”
dalam bahasa Batak) juga memiliki seorang kekasih yang membuatnya cemburu
bahkan marah. Kemarahan itu tidak langsung dilontarkan pada Jeki, “ Buat apa
Aku marah, toh dia hanya seorang kekasih yang belum tentu jadi milikku
selamanya” pikirnya. Dia sengaja tidak menyinggung sama sekali tentang perselingkuhan
Jeki dengan perempuan lain, walaupun kesal, namun dia tetap menahan amarahnya,
bahkan dia semakin perhatian pada kekasihnya itu, karna menurutnya hal itu akan
berdampak buruk pada hubungan mereka jika emosi yang diturutkan.
Melihat
hal itu Jeki merasa sangat bersalah karna sudah membohongi seorang perempuan
yang sangat setia dan baik padanya. Selain keharmonisan hubungan mereka, jalinan
hubungan dengan keluarga kedua belah pihak juga baik, dan memberi izin pada
hubungan mereka. Dengan hati-hati Jeki mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya,
dan minta maaf atas kebodohannya. Dia berjanji tidak akan mengulangi hal itu
lagi. Namun pengakuan itu tidak menjadikan Eva kaget bahkan terharu sedikit
pun. Dengan santai Eva menjawab, “ baguslah hal itu kamu sadari, aku sayang
padamu, semua itu sudah kuketahui dari Adekku jauh sebelum ini, maka dari itu
aku berharap padamu bahwa kamu dengan lapang dada dan besar hati mau menerima
keputusanku” ucapnya. “Aku hanya ingin mengucapkan kata yang menurutku baik
untuk kita, namun tidak tahu bagaimana menurutmu,,, maaf kita cukup sampai
disini, kita putus…”, lanjutnya. Mendengar itu hati Jeki seakan disayat
sembilu, perih tidak tertahankan, namun keputusan itu sudah tidak bisa dicabut
lagi. Karna setelah itu Eva langsung pergi tidak tahu kemana.
Pesan
: jangan pernah meremehkan kesetiaan seseorang, karna ketika dia tersakiti hal
itu akan menjadi boomerang bagimu…