Senin, 10 September 2018

Kerja Online

Kitab Ulangan


KITAB ULANGAN
I.            PENDAHULUAN
            Dalam perjanjian lama terdapat 39 kitab.Didalam Pentateukh ternyata Kitab Ulangan berdiri sendiri,sehingga Kitab Ulangan disebut satu kesatuan Kitab yang baru.Kitab Ulangan itu juga adalah sebagai Kitab Taurat yang terakhir ataupun penutup.Pada umumnya Kitab Ulangan dihubungkan dengan reformasi Yosia pada tahun 622 seb.Kr. Pada kesempatan ini, kami penyaji akan memaparkan Latar Belakang Sejarah Kitab Ulangan, Arti nama, Penulis dan Waktu Penulisan, serta Gambaran Isi,Tujuan Penulisan,Refleksi dan Kesimpulan.Semoga dapat menambah wawasan kita.Tuhan memberkati

II.            Pembahasan
2.1 Latar Belakang  Penulisan
Dalam Kitab Ulangan, Tuhan diperkenalkan sebagai Raja yang Berkuasa dan Pemrakarsa Perjanjian.Tuhan sudah membawa kaum israel keluar dari Mesir,menyatakan  diri-Nya di Sinai, dan membawa mereka ke negeri yang sudah dijanjikan-Nya kepada Abraham nenek moyang mereka[1].Ketetapan-ketetapan memenuhi sebagian besar kitab ini.Ada dua teori yang menjadi landasan dalam Penulisan Kitab ini,yaitu Teori Hipotesis Dokumen ( pandangan bahwa pentateukh disusun dangan memakai beberapa dokumen ), dan Teori Deutronomistic History (teori bahwa penulis yang tidak dikenal telah menyusun Kitab Ulangan ). Kedua teori ini menentukan tanggal penulisan Kitab Ulangan pada bagian akhir abad ke-7 SM dan memandangnya sebagai dokumen dassar untuk pembaharuan yang dilakukan oleh Raja Yosia pada tahun 622 SM.Tradisi gerejani lama menunjukkan Musa sebagai pengarang Kitab Ulangan, tetapi penelitian modern cukup membuktikan bahwa tak mungkin demikian.Perlu dicatat bahwa Kitab Ulangan sendiri secara keseluruhan tidak memperkenalkan diri sebagai buah tangan Musa. Memang ada tertulis,bahwa Musa menuliskan tora Ulangan (UL 31:9,24), dan bahwa dia langsung mengucapkan beberapa bagian tertentu (UL 1:5 ; 4:45 ; 31:30). Tetapi pada umumnya mencerminkan keadaan yang jauh setelah jaman Musa.
Banyak orang berpendapat bahwa Kitab Ulangan berisi banyak bahan yang menujukkan pada masa yang lebih awal pada abad ke-7. Sebagai akibatnya terjadi banyak penelitian terhadap sifat , isi, dan  asal usul bentuk paling lama dari Kitab Ulangan.Satu alasan yang menyebabkan para pakar tidak mempertahankan hubungan Musa dengan kitab ini adalah karena Kitab Ulangan mengajarkan bahwa penyembahan harus dipusatkan pada satu tempat ibadah (Ulangan 12).
2.2.  Arti dan Makna Nama Kitab
Kitab Ulangan merupakan pengulangan perjanjian yang telah diadakan Tuhan Allah dengan umat Israel menurut Kitab Keluaran.[2] Menurut KBBI, Ulangan artinya sesuatu yang diulang-ulang atau ujian untuk mengetahui kemampuan terhadap bagian pelajaran yang sudah diajarkan.[3] Dalam bahasa Ibrani kitab Musa yang Kelima (Ulangan) ini disebut hadebayim yang artinya perkataan-perkataan.Nama ini diambil dari permulaan kitab ini yang berbunyi “inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel diseberang sungai Yordan”. Nama ini menyatakan ciri khasnya yang lain dari kitab-kitab yang berisi sejarah dan hukum. Sejarah dan hukum dalam kitab-kitab sebelumnya di iktisarkan lagi dalam  Kitab Ulangan.Sekedar untuk memberi nasehat kepada umat Israel. Ulangan ini sesungguhnya merupakan “Kitab Perkataan yang  ada didalamnya sungguh hikmat dan penting artinya”.[4] Kitab Ulangan merupakan pengulangan perjanjian yang berisi hukum-hukum dan aturan-aturan sebagai umat pilihan Allah. Pengulangan berarti pengulangan secara menyeluruh tetapi perjanjian dan hukum itu diperbaharui dalam konteks dan tujuan yang berbeda,dimana bentuk dan isinya berbeda.
2.3.  Penulis dan Waktu Penulisan Kitab Ulangan
     A. Penulis
Tradisi orang Yahudi dan Tradisi orang Samaria setuju bahwa kitab Ulangan ditulis oleh Musa, dalam UL 1:5 dikatakan bahwa Musa menguraikan Hukum Taurat,lalu menuliskannya dan menyerahkannya kepada orang-orang Lewi (UL 31:9).[5]Tetapi setelah diteliti menyatakan bahwa itu tidak mungkin karena pda Kitab Ulangan ini banyak  menceritakan  tentang kematian Musa.Hal ini juga didukung oleh sumber Deutronomis.Ada seorang ahli yang bernama I.J.Chairns bahwa Kitab Ulangan bukanlah Musa penulisnya karena bahan-bahan penulisannya mencerminkan keadaan setelah zaman Musa.[6]
B. Waktu Penulisan[7]
Karena Para redaktor dipengaruhi oleh Theologia Deuteronomis, maka jelaslah bahwa kitab-kiitab Nabi-Nabi yang terdahulu itu ditulis sesudah reformasi Deuteronomistis,jadi sesudah tahun 622 seb.Kr. Kitab-kitab Nabi-Nabi terdahulu, yang diselesaikan antara tahun 560-538 seb. Kr,diperkirakan tahun 550 seb.Kr. Walaupun kitab-kitab ini baru diselesaikan pada tahun 550seb.Kr,tetapi didalamnya erdapat bahan-bahan yang kuno sekali, yang sudah ada beberapa abad sebelumnya.Misalnya :
·         Nyanyian Debora (Hakim 5).
·         Cerita-cerita mengenai Daud (I Samuel 16 - I Raja-Raja 2).
·         Kitab sejarah raja-raja Yehuda dan Israel.           
2.4.  Gambaran Isi
A. Struktur Kitab[8]
Pidato Musa yang Pertama
UL 1-3                        : Menceritakan perjanjian Israel dari Sinai – Moab
UL 4:1-40                  : Anjuran hidup setia kepada kehendak Tuhan di Sinai
UL 4:41-44                 : Beberapa catatan
Pendahuluan Pidato Musa yang ke-II (UL 5)
Musa ( UL 31:9-13,UL 24-29)
Nyanyian Pidato Musa yang ke-II ( UL 6-11)
Lanjutan pidato Musa yang ke-II (UL 12-26:15)
Pengesahan perjanjin
Formulir pengesahan perjsnjian ( UL 26:16-19)
Liturgi-liturgi pengesahan perjanjian (UL 27 & UL 28)
Pidato Musa yang ke-III (Liturgi pengesahan perjanjian di Tanah Moab)
UL 29:1-18          => Anjuran
UL 29:19-28        => Rentetan Kutuk
UL 29:29-30:20          => Penutup pidato Musa yang ke-II
Addenda
Pengganti Musa
*UL 31:16-22 => Pendahuluan nyanyian Musa
* UL 32:1-43  => Nyanyian Musa
* UL 32:44-47 => Penutup nyanyian Musa
c. Berkat Muda (UL 33:1-29)
d. Kematian Musa
*UL 32:48-52 => Pra-Pemberitahuan tentang kematian Musa
* UL 34:1-12  => Kematian Musa
B. Tiga unsur dalam Struktur Gabungan Kitab Ulangan[9]
1.      Kitab Ulangan sebagai suatu Kumpulan hukum dan peraturan, atau Kodeks.
Kodeks (Kumpulan tora) Ulangan,yaitu UL 12-26, ternyata mempunyai hubungan yang erat sekali dengan bagian Kitab Keluaran yang disebut Kitab Perjanjian, yaitu Kel 20:22-23:19. Perbandingan yang seksama antara Kodeks Ulangan dengan Kitab Perjanjian Lama itu memperlihatkan,selain satu bagian yang panjang (Kel 21:18-22:15),hanya ada empat kalimat singkat (Kel 20-26; 22:28;22:29b;22:31)dari Kitab Perjanjian yang tidak disinggung atau diperpanjang dalam UL 12-26.Jadi praktisnya boleh dikatakan bahwa Kodeks Ulangan merupakan suatu perpanjang- lebaran Kitab Perjanjian itu.
2.      Kitab Ulangan sebagai suatu Naskah Perjanjian
Hukum dan Peraturan yang terdapat dalam Kitab Ulangan, aslinya tidak merupakan milik     Israel secara eksklusif,melainkan memiliki titik persamaan dengan perbendaharaan hukum yang menjadi milik dunia Asia Barat Daya Kuno secara umum.
Berikut titik-tik persamaannya yaitu:
1. Pra-kata : Tuhan memperkenalkan diri dengan menyebut gelar-gelar-Nya (UL 5:2-6)
2.Pra-Sejarah: UL 5:7-33
3.Syarat-syarat Perjanjian :                                                                                               * Prinsip-prinsipnya : UL 6-11
* Syarat-syarat secara terperinci : UL 12-26:15
4. Pengesahan perjanjian : UL 26:16-19
5. Sanksi-sanksi : Kutuk dan Berkat :UL 27-30:18        
6. Pemanggilan saksi-saksi : UL 30:19-20
7. Ketentuan bahwa naskah harus disimpan dan dibacakan secara periodik : UL 31:9-13,24-29
3.      Kitab Ulangan sebagai Pidato perpisahan Musa,waktu dia akan meletakkan jabatan      
Kitab Ulangan memiliki struktur sebagai renteten tiga pidatoyaitu pidato yang diucapkan Musa di tanah Moab sesaat sebelum dia meninggal.
Daftar pidato-pidato itu adalah sebagai berikut:                                                 
* UL 1-4:40          : Pidato I dari Musa                                                               
* UL 5-28:68         : Pidato II dari Musa                                                             
* UL 29:2-31:16 : Pidato III dari Musa                                                              
* Yos 23 : Pidato Yosua                                                                                                        * I Sam 12 : Pidato Samuel                                                                              
* I Raj 2 : Pidato Daud                                                                                        
* I Raj 8:12-61 : Pidato Salomo
* II Raj 17 : Pidato atau penilaian pengarang,atas keruntuhan kerajaan Israel Utara            * II Raj 25:1-17 : Pidato atau ratapan pengarang atas runtuhnya kerajaan selatan.

Perintah-Perintah dalam Kitab Ulangan[10]
·         Hancurkan segala mezbah & tiang berhala kafir / bangsa–bangsa lain UL 7:3 dan UL 12:3
·         Dilarang menyembah “Segenap tentara langit ‘’ (UL 17:3)
·         Musnahkanlah bukit-bukit pengorbanan,tempat-tempat ibadah lainnya kepada dewa asing (UL 12:2)
·         Dilarang menyembah dewa matahari & dewa bulan (UL 17:3)
·         Dilarang mempraktekkan pelacuran bakti( UL 23:17)
·         Dilarang beribadat kepada dewa Molokh (UL 12:31), UL18:18)
·         Dilarang bangsa-bangsa asing ,dewa-dewa kejijikan (UL 12:29-30)
·         Dilarang meminta petunjuk kepada orang-orang mati (UL18:11)
·         Korban paskah dipersembahkan di suatu tempat (UL 16:1-8)
·         Ancaman kutuk Allah atas mereka yang melanggar syarat-syarat perjanjian-Nya ( UL 27:15-26, UL 28:15-68, UL 29:20-28, UL 30:17-18 )
Bahan-bahan yang Khas dalam Kitab Ulangan[11]
·         Anjuran supaya Israel berpaut kepada Tuhan,serta mengasihi Dia dengan segenap hati
·         Peraturan yang bermaksud memelihara kedudukan dan kesejahteraan kaum Lewi
·         Peraturan yang mengatur kenabian di Israel
·         Ditekankan-Nya keadilan sosial
·         Peraturan – peraturan berkenaan dengan perang suci/perang YHWH
·         Peraturan mengenai jabatan kerajaan
·         Peraturan bahwa hanya ada satu tempat ibadah yang sah dimana YHWH memperkenankan Israel berbakti kepada-Nya.
2.5.Tema-tema teologis
Kitab Ulangan merupakan sumber banyak pandangan teologis yang mempengaruhi pemikiran dan hidup orang israel,Yahudi dan Kristen.Dikatakan gagasan-gagasan dasar berasal dari Musa,kemudian dikembangkan dan diubah dibawah ppimpinan Roh Allah,lalu mempengaruhi para Nabi.Oleh karena itu ada alasan baik untuk mempelajari gagasan-gagasan teologis dalam Kitab Ulangan,yaitu :
1.      Pengakuan Iman
Ringkasan pengakuan iman Israel yang disebut Syema oleh orang Yahudi : “Dengarlah, hai orang Israel Tuhan itu Allah kita,Tuhan itu Esa ! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (UL 6:4-5). Pengakuan iman itu menyatakan keesaan dan keunikan Tuhan Allah Israel,khusus dalam hubungannya dengan umat-Nya
2.      Allah yang berkarya
Kitab Ulangan karya Allah dalm sejarah menjadi bagian dasar pandangan kitab iitu,terutama karena karya tersebut berkaitan dengan tuntutan-tuntutan Allah atas israel pada waktu itu dan sesudah mereka memasuki tanah perjanjian.

3.      Pemilihan Israel
Pemilihan Allah atas Israel dilaksanakan dengan menjadikan mereka menjadi     bangsa yang baru. Karya penyelamatan-Nya yang baru memerlukan bangsa yang baru. Pemilihan ini dilakukan bukan karena banyaknya jumlah orang Israel (ayat 7), tetapi “karena Allah mengasihi kamu. Jadi Pemilihan Allah itu bukanlah perbuatan yang sewenang-wenang.
4.      Perjanjian
Ikatan yang muncul dari dari pemilihan Allah atas Israel disebut “Perjanjian”.Perjanjian yang diberikan diberikan Allayang dimaksud anah kepada bangsa Israel adalah dalam bentuk hukum atau peraturan  yang disebut Hukum Taurat. Perjanjian yang dimaksud antara Allah dan umat-Nya bukanlah perjanjian kontrak tetapi lebih berdasar pada kasih.Karena Tuhan adalah Allah yang memegang janji-Nya, maka para nabi yakin bahwa Allah akan menebus umatnya dan akan mendudukkan seorang raja dalam takhtanya.
5.      Allah yang berkarya
Karya Allah adalah dasar yang penting dalm Kitab Ulangan. Terutama Kitab Ulangan ini berkaitan dengan tuntutan-tuntunan Allah atas Israel pada Masa mereka sudah memasuki Tanah Perjanjian.Kitab Ulangan adalah sebagai pengingat karya Allah yang besar bahwa Allah membawa bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian.Oleh Karena itu, dalam UL 4 menjadi fokus agar kaum Israel tidak berpaling dari Allah seperti kisah di Horeb (UL 4:15-16). Karya Allah dalam pembebasan orang Israel bertujuan untuk menujukkan bahwa bangsa Israel adalah milik Allah sendiri (UL 4:19-20).
6.      Allah dalam sejarah
Keseluruhan kitab Ulangan menceritakan kembali karya Allah demi kebaikan umat-Nya.Kitab Ulangan menceritakan bagaimana Allah memimpin Israel Keluar dari Mesir, memberi mereka hukum taurat di Sinai dengan sabar menanggung ketidakpercayaan memreka yang keras           hati ke padang gurun dan membawa mereka pada tepi sungai Yordan.

REFLEKSI
Seluruh bagian UL 4:1-40,menunjukkan Kekaguman dan Keheranan akan betapa besarnya anugerah yang Tuhan limpahkan kepada umat pilihan-Nya. Anugerah ini terletak dalam hal-hal sebagai berikut:
Tuhan tinggal dekat kepada kita, sehingga tiap-tiap doa minta tolong dia langsung dengarkan ,(ayat 7)
Tuhan memberikan bimbingan yang tak ada taranya kepada kita,sehingga sekali-sekali tidak perlu kita kehilangan jalan (ayat 8)
Tuhan menjadikan kita suatu umat milik-Nya sendiri (ayat 20) –( lain dari bangsa lain,yang hanya mengenal Tuhan secara tidak langsung,yaitu melalui dunia ciptaan-Nya (ayat 19)
Tuhan yang Maha-Kasih dan Maha-Setia sekali-sekali tidak akan meninggalkan umat yang pernah dia panggil serta selamatkan bagi dirinya dengan cara yang begitu ajaib (ayat 31-38). Inti bagian ini menyatakan bahwa Allah adalah pencemburu,layaknya hubungan intim antara pengasih dengan kekasih-Nya
2.6. Tujuan Penulisan Kitab
Adapun tujuan penulisan Kitab Ulangan ialah untuk mengatur seluruh aspek kehidupan bangsa Israel. Motivasi serta tujuannya adalah panggilan Israel untuk mewujudkan diri sebagai bangsa yang diterima oleh YAHWEH. Dengan cara seperti itu bangsa Israel akan menunjukkan diri sebagai bangsa yang diterima oleh YAHWEH. Bangsa Israel dipanggil untuk mewujudkan secara penuh keterpanggilannya menjadi umat Allah melalui ketaatannya kepada kewajiban-kewajibannya[12]. Tujuan Allah bagi kita ialah Pengenalan serta persekutuan dengan diri-Nya sendiri,dimana tidak lain hanya untuk mempererat persekutuan itu. Dengan jalan bertaat,kita belajar berpaut pada Tuhan sendiri.
2.7.Cerita Yang Menarik

 III.   KESIMPULAN
Dari pemaparan yang diatas, kami para penyaji mendapat kesimpulan bahwa Kitab Ulangan ini berisikan tentang amanat-amanat Nabi Musa kepada orang Israel dan Kitab ini membahas tentang perjanjian Allah dengan bangsa Israel,yang mana berisikan ajaran-ajaran kepada bangsa Israel yaitu tentang takut akan Tuhan ,hidup menurut segala jalan yang ditunjukkannya dan berpegang kepada perintah Tuhan,mensyukuri atas berkat Allah yang telah diberikan Allah kepada kita,serta setia untuk tidak berpaling kepada allah-allah lain.

IV.   Daftar Pustaka
......,KBBI, Jakarta : Balai Pustaka, 1992
Baker,David L, Mari Mengenal Perjanjian Lama, Jakarta:BPK Gunung Mulia,2013
Baxter,J.Sidlow, Menggali Isi Alkitab I, Jakarta:Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF,1997
Chairns,I,J, Tafsiran Alkitab Ulangan Pasal 1-11, Jakarta:BPK Gunung Mulia,1997
Green,Denis,Pengenalan Perjanjian Lama,Malang:Gandum Mas,2004
Hill, Andrew E & John H Walton,Survei Perjanjian Lama ,Malang:Gandum Mas,2008
Wahono,S. Wismoady Ph.D Disini Kutemukan, Jakarta:BPK Gunung Mulia,2009



[1] Andrew E.Hill & John H. Walton, Survey Perjanjian Lama, (Gandum Mas,1998),228
[2] David L. Baker, Mari Mengenal Perjanjian Lama (Jakarta,BPK Gunung Mulia,2013),44
[3] ........,KBBI,(Jakarta: Balai Pustaka,1992)
[4] J. Sidlow Baxter,Menggali Isi Alkitab I,( Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF,1997),202
[5] Dennis Green, Pengenalan Perjanjian Lama,(Malang: Gandum Mas,2004),68
[6]  I.J. Chairns,Tafsiran Alkitab Ulangan Pasal 1-11,(Jakarta: BPK-Gunung Mulia,1997),1
[7] Dr.J.Blomendaal,Perjanjian Lama
[8] Dr.I.J.Cairns,Tafsiran Alkitab Kitab Ulangan pasal 1-11,(Jakarta:BPK Gunung Mulia),3
[9]  I.J.Chairns, Tafsiran aAlkitab Ulangan Pasal 1-11,(Jakarta:BPK Gunung Mulia,1997),4
[10] I.J.Cairns,Tafsiran Alkitab Ulangan Pasal 1-11, (Jakarta:BPK-Gunung Mulia,1997),26
[11] Dr.I.J Chairns, Tafsiran Alkitab pasal 1-11,(Jakarta:BPK Gunung Mulia,1997),13
[12]  S.Wismoady Wahono,Disini Kutemukan,(Jakarta:BPK Gunung Mulia,2009),69